Kamis, 01 Desember 2011

Mie Ayam Pak Nalam

Gambar Ilustrasi

Usaha mie ayam Pak Nalam berdiri sejak tahun 2006. Dengan dukungan dari sang istri beliau memutuskan membuat usahanya tersebut. Banyak faktor yang mendasari beliau memutuskan untuk membuat usaha tersebut. Salah satunya ialah karena beliau melihat peluang usahanya akan berjalan lancar dikarenakan usaha tersebut belum ada yg menyaingi. Pak Nalam menjadi pertama dan satu-satunya penjual mie ayam di daerah tersebut. Modal yang beliau perlukan hanya Rp. 300.00,00 per harinya. Gerobak yang dia buat sendiri tidak memerlukan biaya yang mahal.
Pendapatan perhari Pak Nalam kurang lebih Rp. 400.00,00. Jumlah tersebut sudah dikurangi  dengan biaya-biaya yang beliau keluarkan dalam usahanya. Dengan kata lain jumlah tersebut adalah laba bersih yang beliau dapatkan perharinya.
Pada awalnya beliau membuka usaha mie ayamnya tanpa adanya tempat yang memadai. Beliau hanya menjual mie ayamnya di depan teras rumahnya dikarenakan dana yang kurang untuk menyewa sebuah tempat.
Namun seiring dengan berkembangnya usaha Pak Nalam, maka beliau memutuskan untuk menyewa sebuah tempat dipinggir jalan yang agak ramai. Tujuan beliau itu semata untuk kepuasan pelanggan. Beliau sadar bahwa jika beliau hanya menggunakan teras rumahnya yang tidak terlalu besar untuk berdagang maka para pelanggannya harus rela antri berdiri. Ya itu semua dikarenakan tempat yang tidak terlalu luas dan bangku yang dimiliki oleh beliau pun tidak memadai untuk menampung banyaknya pelanggan yang dia miliki. Oleh karena itu Pak Nalam memutuskan untuk menyewa sebuah tempat yang sedikit lebih besar dibandingkan dengan teras rumahnya terdahulu.
Pak Nalam biasa berjualan mulai pukul 11.00 wib sampai dengan pukul 21.00 wib. Namun terkadang sebelum waktunya beliau sudah tutup karena Mie ayam yang dia pasok sudah habis terjual. Namun terkadang sampai waktunya beliau harus menutup kegiatannya berjualan mie ayam, masih tampak pasokan mie ayam digerobaknya. Jika seperti itu Pak Nalam akan memberikan secara gratis kepada tetangganya. Ya memang tidak terlalu banyak yang dapat merasakan mie ayam buatan Pak Nalam secara gratis. Namun hal tersebut tetap membuat Pak Nalam puas karena dapat berbagi dengan para tetangganya yang terkadang membantunya jika ada suatu omset besar menghampirinya.
Dalam usahanya berjualan mie ayam tidak selalu beliau merasa senang. Terkadang penghasilannya hanya setengah dari target yang dia harapkan. Banyak faktor yang mendasarinya. Salah satunya jika saat musim penghujan tiba. Bila hujan Pak Nalam tidak terlalu beruntung. Hujan akan membuat para pelanggannya enggan keluar untuk membeli mie ayam beliau. Namun apapun hasil yang beliau dapat setiap harinya, beliau selalu bersyukur kepada ALLAH SWT atas apa yang dia dapat.
Penghasilan yang beliau gantungkan hanya dari usahanya menjual mie ayam tekadang membawa sedikit masalah. Masalah tersebut adalah disaat beliau tidak dapat berdagang dikarenakan suatu hal. Awalnya jika terjadi kejadian seperti itu beliau hanya dapat menutup usahanya dan tidak berjualan. Namun beliau sadar bahwa harus ada yang menggantikannya jika dia mempunyai hal lain yang harus dikerjakan.
Dengan pemikiran tersebut beliau merekrut seorang pegawai yang merupakan adik dari sang istri tercinta yang bernama Dani. Dengan sedikit pengajaran dari beliau Dani dapat membuat mie ayam sesuai yang beliau perintahkan. Dengan direkrutnya pegawai baru beliau dapat lebih tenang jika suatu saat nanti beliau tidak dapat turun langsung kedalam usahanya berjualan mie ayam. Namun kendala mulai datang ketika Pak Nalam memutuskan untuk merekrut pegawai. Beliau harus mengeluarkan sedikit lebih banyak untuk membayar upah pegawainya. Masalah tersebut akan lebih terasa saat omsetnya tidak sesuai harapan. Namun hal tersebut dapat dimengerti oleh beliau yang memang dari awal tahu bahwa akan ada hal yang seperti ini. Dengan perancanaan yang matang beliau dapat sedikit mengatasi masalah yang dia temukan setiap harinya.
Ya seperti itulah yang beliau lakukan setiap harinya. Kerugian dan keuntungan yang dia peroleh selalu dapat dia terima dan dia syukuri. Landasan utama dalam usahanya adalah untuk mensejahterakan keluarganya dan kepuasan pelanggan tetap beliau jadikan nomor satu. Dengan Landasan tersebut sampai saat ini beliau masih dapat berjualan mie ayam dan dapat mensejahterakan keluarganya serta tetap berbuat kebaikan kepada tetangganya. \
Disusun Oleh :
  1. Afdal Jujur                         (20211274)
  2. Budi Nugraha                    (21211549)
  3. Eka Widiantoro                 (22211365)
Kelas :
1EB24